Shui Sha – Water Killing
Dear Readers,
Artikel ini sudah lama ingin saya input, tetapi lupa melulu karena berbagai kesibukan yang menyita perhatian
kali ini waktu sedang duduk disebuah cafe tiba2 teringat akan hutang lama kepada diri sendiri untuk mengupload kasus yang unik ini.
Seperti yang kita ketahui, dalam feng shui ada beberapa energi pembunuh yang dapat berakibat fatal bagi penghuni nya, diatas ada Feng Sha, di bawah ada Shui Sha. Feng sha adalah Wind Killing, dan Shui Sha adalah Water Killing. Artikel kali ini akan membahas tentang Shui Sha.
Saya pernah suatu ketika di minta untuk mengaudit sebuah rumah, dimana kasus yang menarik sekaligus tragis pada rumah ini adalah anak laki-laki paling tua selalu meninggal. Anak pertama meninggal, beberapa tahun kemudian anak kedua meninggal, beberapa tahun kemudian disusul oleh anak ketiga yang sakit-sakitan, hampir fatal, tetapi ketika pindah rumah, ia berangsur sembuh. Ketika saya di undang, anak ke empat sudah mulai kecenderungan untuk terkena dampak dari “penyakit” yang seakan telah menjadi tradisi ini.
Dari penjelasan diatas, terlepas dari apapun kondisi bazi mereka, mungkin kita bisa mengambil kesimpulan bahwa rumah adalah faktor paling kuat yang membuat musibah berturut-turut ini terjadi. Maka ketika saya sampai pada rumah tersebut, menurut prejudge saya, (sebenar nya hal ini harus dihindari, menarik kesimpulan sebelum pengamatan) saya langsung mengecek sektor anak lelaki tertua, ternyata aman-aman saja. Saya cek lagi kondisi sekitar rumah, kog tidak ada hal yang berbeda dengan rumah-rumah tetangga yang notabene aman2 saja. Dan jika bener rumah ini bermasalah untuk kesehatan pada umum nya, mengapa sang orang tua yang tinggal paling lama di rumah tersebut sehat-sehat saja?
Awal nya bingung juga
kemudian…
Ketika memasuki kamar tidur sang orang tua, dan kamar tidur tempat anak-anak nya meninggal berturut2, saya menyadari sebuah hal yang sangat fatal dan mencolok. Lantai kedua kamar ternyata berada dibawah permukaan tanah. Atau secara gamblang, lebih rendah dari jalan rayya dan permukaan tanah normal. Hal ini membuat kondisi lantai kamar tersebut terendam oleh energi air yang bersifat mengendap ke bawah. Jadi penghuni kamar nya akan terendam oleh energi pembunuh ini. Akumulasi yang terjadi selama bertahun2 merusak kesehatan dan berakibat pada kematian.
Jadi apa perbedaan nya? mengapa sang orang tua aman, sedangkan sang anak terkena dampak ini?
Jawab nya satu, yaitu Dipan. Orang tua nya tidur diatas dipan, sehingga mendapat posisi lebih tinggi dari tanah, dan terhindar dari rendaman energi air, sedangkan sang anak-anak tidur memakai kasur dilantai, sehingga terendam terus-terusan, hal ini lah yang menyebabkan, anak yang terendam paling lama, yang terkena penyakit di rumah ini.
Sungguh sebuah kasus sepele, tetapi sangat menarik
Ingat selalu, energi air bersifat mengendap, energi angin bersifat membuyar. Saat air mengendap akan berdampak pada kesehatan, saat angin buyar akan memupus rejeki.



“Saat air mengendap akan berdampak pada kesehatan, saat angin buyar akan memupus rejeki.”
Mantap bener ya ^_^